Jakarta - Hingga kini tidak ada pernyataan dari Ketua Umum PSSI Nurdin Halid bahwa ada yang salah dengan sistem manajemen tiket Piala AFF 2010. Ia tetap menyalahkan suporter yang tidak tertib.
Sejak awal turnamen selalu terjadi penumpukan di satu tempat di areal Stadion Gelora Bung Karno, di mana puluhan bahkan ratusan ribu orang mengantre berjam-jam untuk mendapatkan tiket pertandingan.
Sistem antrean juga bertele-tele karena setiap orang harus menunggu dua kali. Setelah antre nomor, mereka harus berbaris lagi untuk bisa memesan tiket.
Transparansi ketersediaan tiket juga tidak jelas. Hal ini membuat orang bertanya-tanya benarkah tiket yang dijual jumlahnya sesuai dengan yang diumumkan. Sepertinya hanya panitia yang tahu persis soal itu. Tak heran jika masyarakat menduga terjadi permainan oleh orang dalam maupun calo.
Puncak kekisruhan tiket ini terjadi hari Minggu lalu, ketika puluhan ribu yang kelelahan mengantre sejak pagi bahkan subuh, masih juga mendapati keadaan yang buruk itu. Mereka lalu menyerbu stadion, menyerbu ke tengah lapangan, merusak pagar, dan membuat semuanya jadi kacau balau.
Nurdin Halid saat masih berada di Malaysia, saat dimintai komentarnya tentang kerusuhan tersebut, malah menyayangkan ulah suporter yang tidak tertib, sehingga pihak panitia tidak bisa melanjutkan proses penjualan.
Hal itu diulang lagi oleh orang nomor satu di PSSI itu usai menyaksikan latihan timnas di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Senin (27/12/2010) sore. Tidak ada penjelasan soal sistem yang berantakan itu, dan kesalahan tetap pada suporter.
"Kalian (warytawan) 'kan sudah lihat sendiri. Seharusnya kalian memberitakan yang kondusif. Kalian lihat kan, sistemnya adalah orang harus antre. Kita sudah buka 20 loket, tapi kemudian antrean tidak bisa tertib, saling desak, saling dorong," tuturnya.
"Kalau sudah begitu, jadinya lebih sulit diatur. Dan kalau sudah begitu, tidak ada kemampuan dari panitia untuk mengaturnya."
Nurdin juga mengatakan bahwa pihaknya cuma mendapat permintaan 60 tiket dari Malaysia untuk pertandingan leg kedua pada Rabu (29/12) lusa. Sebagai perbandingan, otoritas Malaysia memberi jatah sampai 15 ribu buat suporter Indonesia menonton di Bukit Jalil.
"Permintaannya 60 tiket dari Malaysia, dan hanya itu yang kita terima," tukas pria yang kerap disapa 'Puang' itu.
Nurdin juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membantu mengamankan pertandingan. "Saya sudah minta Kapolri dan Kapolda supaya maksimal keamanannya."
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar